• INFOPERKARAANDA
  • JADWALSIDANG
  • PUTUSANPENGADILAN
  • PRODEO
  • INFOKEUANGANPERKARAANDA
  • LAYANANPENGADUAN
  • MAINPAGENEW 12
  • MAINPAGENEW 14

Gallery Kegiatan Pengadilan Agama Kelas 1 A Purwodadi

Meningkatkan Integritas Dan Profesionalis Hakim

Pembinaan  Hakim  se-Koordinator Semarang :

MENINGKATKAN INTEGRITAS DAN PROFESIONALIS HAKIM

Jum’at, tanggal  27 Oktober 2017 pukul 08.36 wib bertempat di Hotel Grand Master Purwodadi diselenggarakan Pembinaan Hakim se-Koordinator Pengadilan Tinggi Agama Semarang  diikuti oleh para Hakim sewilayah Karesidenan Semarang. Bertindak selaku Ketua Koordinator adalah Ketua Pengdilan Agama Purwodadi, yang membacakan sambutannya “Acara Pembukaan” didahului dengan pembacaan basmallah dan lagu Indonesia Raya dan disusul Sambuatan Ketua Kordinator  oleh Drs. H. Toha Mansyur, S.H. M.H.dibuka oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang,  dan ditutup dengan do’a oleh Drs. H. Hamdani,SH.MH.

IMG 0173

Dalam sambutannya, ketua Koordinator menyampaikan bahwa tujuan diadakan kegiatan pembinaan ini  diharpakan adanya perobahan prilaku, berkembangan pelaksnaaan birokrasi membawa dampak perubahan pelaksanan di lingkungan Perdilan Agama grand decing PERMA Nomor 7, 8, dan 9 Tahun 2016, tentang Pembinaan dan Pengawasan pembinaan dan maklumat, kesepakatan Rakor sekoordinator Semarang yang diadakan di Ambarawa, terwujdunya Pengadilan yang Agung dengan  8 area perubahan, akuntabilitas, pelayanan terbaik dan masyarakat secara luas puas.  Menjelang purna tugas ketua PTA di Jawa tengah, pembinaan terakhir, mudah-mudahan khusnul khatimah, sehat wal afiat istiqamah beribadah sekaligus dalam rangka yang tidak lama lagi waka PTA Semarang menjadi ketua PTA Mataram.  Pelaksanaan Pembinaan hakim ini dari undangan 81 0rang hakim termasuk ketua-ketua 7 orang yang ikut  Diklat ekonomi syariah KPA semarang ada asismen akreditasi dari pusat sehingga jumlah hadir 73 orang, Ketua dan wakil  ketua serta seorang hakim tinggi. Adapun Judul yang akan disampaikan adalah : “Menangkal  kesejatian Hakim  dengan sub judul sebagai atau menjadi”. Sedangkan pendanaannya didaptkan dari iuran rekan-rekan hakim per-orang  Rp. 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah), totalnya Rp. 6.000.00,00 (Enam Juta rupiah).

IMG 0183

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang dalam sambutannya, memberikan apresiasi dan menyambut baik pada hari ini,  sangat tepat pada saat dunia Peradilan mencuatnya aparat peradilan yang melanggar terjalin operasi tertangkap tangan di Menado, dan Jogjakarta, merong-rong menuju cita-cita  yang Agung meluncurkan pembinaan sistem untuk  meminimilisasi  penyimpangan melaui sistem SIPP memungkinkan dapat berhubungan dengan aparat yang menanagani perkara Siwas terobosan dalam memberikan kesampatan seluas-luasnya yang akan pemberian laporan  sebagai folow up PERMA Nomor 7 dan 8 th 2016 tentang  disiplin hakim dan pembinaan di lingkungan Mahkamah Agung Perma Nomor  076/KMA/SK/VI/2009 tanggal 4 Juni 2009  tentang. pedoman penanganan pengaduan, meskipun telah diusahakan berbagai macam  cara namun yang mencoreng masih ada juga maka dengan  mengeluarkan maklumat Nomor 01 KMA/ IX/2017 ttg Pengawasan dan Pembinaan hakim Aparatur  MA Badan Peradilan yang berada dibawahnya. Empat hal ditegaskan, sebagai berikut :

IMG 0196

  1. Efektivitas mencegahan melalui pembinaan berkala berkesinamabungan, memastikan hakim merendahkan kehormatan dan maratabat sendiri akan memberhentikan bila terbukti tidak melakukan pembinaan yang berlaku dan bekesinambungan serta tidak akan memberikan pembelaan. Upaya represif pelanggaran oleh hukum  dilihat lemahnya manegemen  tetap peranan mentaliltas sebagai faktor penyebabnya yang  sedang dilakukan peradilan umum kita tetap kena nodanya. Mental hegonisme (kesenanagan yang sesaat) sebagai  tujuan hidup dan tindakan manusia kebahagiaan dan sukses kekajayaan diukur dengan mobil, ruamh, pakaian  kecenderungan  akan memanfaatkan jabatan dan fasilitas, sehingga jalan pintas dengan koropsi.
  2. intregitas dan profesionel, dua hal sebagai prinsip dan pedoman prilaku hakim diimplementasikan dalam 10 atuarn prilaku jujur..  berinterigetas beratanggung jawab, berdisiplin tinggi, berlaku rendah hati  terakhir profesional. Dalam keputusan ketua Komisi Yidisial RI Nomor : 047/KMA/SKB/IV/2009. dan keputusan bersama Nomor : 02/SKB/P.KY/IV/2009, Pedoman perilaku hakim.  Intergitas adalah kelakuan utuh tindak sikap setia tangguh dan berpegangan nilai-nilai dalam melaksanakan tugas.  Integritas tinggi adalah berani menolak intervensi dengan mengedepankan tuntutan hati nurani untuk menegakkan kebenaran keadilan dan melaksanakan tugas dengan cara terbaik dalam tujuan terbaik. Yang didukung sikap profesional senantisa menjaga mutu pekerjaan dan meningkatkan mutu kerja sehingga menghasilkan mutu yang effisien dan efekktif. Integeritas, adalah amanat handal, jujur bijaksana dan selalu menjunjung tinggi nilai agama, sebagai lawannya adalah kemunafikan sikap yang memiliki tiga ciri bicara dusta, diberi amanat khiyanat, bila berjanji ingkar. Sangat berbahaya  bila mangkal dalam diri seorang hakim. Saya yakin sekorwil dengan hakim-hakim seluruhya mengingatkan bawahan memegang norma-norma. Hakim menanamkan norma merasa kehadiran Allah  dalam laku dan tindakan.  Landasannya integritas tidak lain kecuali iman kita. Profesionalits, prosfesi  karekter kerja seseorang dalam menekuni kerja kemampuan kerja secara profesional, menjalankan tugas  dengan benar dan sesuai dengan garis-garis yang berlaku padanya diantaranya, bertanggung jawab dengan pekerjaan  berfikir sistematis, sesuai pekarjaannya, kualitas kerja anggota sesuai dengan derajat keahlianyang dimiliki untuk dapat melakukan tugas  jabatan hakim. Bahkan hakim bukan hanya profsioanlis tapi harus dengan  ilmu dan berfikir yang sistematis luas. Berwawasan luas mengerti akan tugas nyamengusai hukum formil  dan materiil dan mengerti hukum yang berkembang dalam masyarakat. Hakim yang berilmu dapat difahami mental seseorang, profesi berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Nabi mengajarkan untuk mental yang baik kemudian baru ilmu karena kalau ilmu terlebih dulu baru mengajarkan adab banyak  orang pintar tidak sedikit yang tersesat.
  3. Adab dan islami, moral yang bersumber qur’an dan sunnah menyontoh Nabi yang paling sempurna akhlaknya,  mempunyai keududukan yang tinggi dalam Qs. Al-Baqarah, 2: 195, an-Nahl, : 90, al-Isra’, 17 ; 71, al-Qashash,  77, dan al-Baqarah,  2:95, hadis-hadis lain, pada pokoknya diperlukan kekuatan iman dan keluasan ilmu, berbekal tersebut akan terbentuk integritas dan memahami maklumat dengan pengawasan pembianan terus-menerus berkesinamabungan dan disertai dengan administrasi yang benar.  Atasan langsungnya, para hakim struktural panitera sekreetaris itu bawahannya tidak dibina tidak ada pengawasan akan terkena seandainya yang bersangkutan bermasalah, ringan, tengah yang berat. Jadi pimipinan hendaknya berhati-hati. Lebih mengintensifkan kajian kajian agama  mengikuti kegiatan ini sehingga tujuan diselenggarakan dapat dicapai dengan harapan bersama, terima kasih panitia sekoordinator yangsusah payah, kepada nara sumber memyampaikan sesuai permintaan, kepada para peserta disampaikan penghargaan atas kehadiran ikut sertaannya.  Akhri semuanya, memohon panjatkan dengan mengucapkan “bismililah, diskusi Pembinaan Hakim sekoordinator Semarang dengan meningkatkan Integritas dan  Profesionalisme Hakim.”
IMG 0203 IMG 0217

“Menangkal  kesejatian Hakim  dengan sub judul sebagai atau menjadi”

Fadil sumadi,

Soal profesional ada dua hal, reformasi birokrasi  yang salah satu areanya adalah perubahan maind set.  Sementara porfesionalis sendiri banyak teori yang menyebutkan tentang unsur-unsur paling tidak 3 unsur, yaitu :

  1. Keilmuan,omong kosong mengaku profesional tapi miskin keilmuan.Keahlian, ada sedikit beda “can be learn”, tapi keahlian itu “have to train” (dapat kalau dilatih).Pengetahuanberkembang dengan penelitian, keahlian  berkembang dengan pengalaman.
  2. Senioritas, Kebiasaan yang berlaku dalam hakim urutan senioritas adalahyang banyak pengalaman secara asumtiv paling 
  3. Moralintegrity ; seorang profesional itu orang yangmemiliki integritas moral yangtinggi. Integritas itu sama dengan tauhid  letak kesalahannya, yang  kalau dikaji ilmu kalam/tahuid, tauhidillah,  punya keyakinan Allah itu Esa, tapi  keyakinan  yang menyatakan bahwa  Allah itu Esa kita membentuktauhidul ‘aqidah, keyakinan kita harus satu. Letak satunya itu dikaitkandengan yangdiimani, diucapkan dan apa yang dilakukan itu in lay, consistant.menumbuhkan tahidulaqidah,  lisan amalnya in line, seperti yang dialami nabi Muhammad, SAW. ketika masih di Makkah itu persoalannya hanya dua terhadap  respon yang  dibawa serta terhadap agama  yang dibawa oleh nabi respon yang  pertama percaya disebut mukmin,  yangtidak percaya disebut kafir. Namun setelah pindah di Madinah,nama Muhammad tidak sekedar Nabi (Imam/pimpinan agama) tapi pemimpin masyarakat, ahli Negara sebagai pemimpin Negara berposisi sebagai  pemimpin agama dan masyarakat menjadikan orang itu segan mekewuhi, terhadap pemimpin tegas  di Makkah  Aku percaya, kalau bilangdi Madinah pekewuh, timbul terminologi ketiga munafiq, yang mengetahui soal agama para seniornya. Sedangkan Nabi-nabi yang Paling  dekat adalah Isa, AS–Musa, AS , lebih jauh lagi Nabi Ibrahim AS, yang sudah mengerti nabi sebelumnya, Surat al-Baqarah,Ali Imaran dan surat-surat berikutnya itu penyakit senioritas. Kalau didalam profesionalis  itu menundukkan/mendudukkan senior itu penyakitnya, ini sebagiannya ada yang ketua, ada yahudi nasharani. Relevansi  tidak ada kata  ngomongnya, hidup  yang bersih tapi setiap hari menggrogoti orang. Yang terakhir soal yang krusial, ilmu dapat dikaji yang satu ini,  sebagai perjuangan kita, kalau tidak diperjuangkan tidak akan terbentuk.Besar kecilnya pada instansi kita kalau bicara banyak akan menyakitkan kita, misalnya soal  Moral  integrity (tauhid) Ilmu, dinamika politik menumbangkan rezim yang bekuasa soal moralitas di dalam menyelenggarakanpemerintahan  terjadi, oleh karena itu sudah gerakan yang  kita menyebutnya reformasi itu kelanjutan programnya perubahan mind site, kalau dulu hakim-hakim  jaksa itu penyelenggara negarapada umumnya disebutnya ndoro jeksa, hakim lainnya yang dilayani itu kawula hinggih namung kawula mboten sanes, kita didudukkan yangmulia,  di Perncis , negara adalah; “meh tak  gawe apa terserah aku”, karena negara adalah keadaan semula tidak  ditangkap mau perubahan apa ya tidak  Diatas lagi Bendoro yaitu gusti,kita disebut kawula,= hubungan kawula dan gusti, kita tidak punya tanah magersari, numpang  kepunyaan bandoro, ketika reformasi itu harus berubah paling fondamental.

Setiap  hari sakit dikatakan, punya banyak fasilitas itu dari bayaran yang membeli motor, buruh nggendong bakul uang mereka. Mereka bukan kawula kita, mereka itu yang punya negara kita kongkonan mereka, suruhan kalau dapat dipersulit kenapa dipercepat itu menyesatkan. Dapat mobil fortuner Pajero yang dibayarkan dari uang mereka. Diotak  ada setting, settingnya harus dirubah kita dapat begini karena mereka harus berubah harus  prima,itu jiwa reformasi birokrasi. Merupakan mind site, kita kalau kumpul yang dibicarakan hanya dikurangi  umur, kridit belum selesai, takut seperti gusti  Allah tidak ada,  subhanallah ...., walhamdulilah wala ilaha illallhu allahu akbar.

Mengobati itu pada mulanya sakit, itu yang ditunjukkan mind site setting  fikiransenioritas. kita dipilih merekas u ntuk mengeurus  kepentinganmereka, jadai  anggota dpr, petitatpititi, buat ktp diambil, dll.  Kalau kita insya Allah tidak ada  ini yang selalu dikatan dimana saja.  Kembali soal reformosai dari tahun 1998, ketika menjadi Ketu PA di Purwodadi,  paling muda jadi hakim tinggi,  dulu sama diketoki kaki  dan bulunya, sekarang  yangmenginginkan  banyak.

Kegiatan ini sangat  tepat untuk peningkatansoal profesionalitas, dan politik leav servis melayani denganmenggunakan “ngomong” yang  dikantor a’malul  jawarih mafi, tidak ada, al i’tiqadi mafi, jangan berlara-lara.  Dalam rangka mencoba membina diri, termasuk pembicara seperti masjid, tapi  saling dapat mengingatkan  kan tidak dapat pretensi pembina kayak yak yao, karena itu dengan dua  pendekatan, pertama dengan Qur’any, yang kedua dengan teori, sebagai berikut :

IMG 0205
IMG 0174
  1. Berdasar al-Qur’an, Surat Al-Fathir ayat 32 dan  untuk  memahami mesti mumulai ayat 31 lebih dahulu, Allah berfirman : “Kitab yang diwahyukan kepada Muhamad merupakankebenaran, “mushaddiq”... yang membenarkan, bahasa populer yang bersesuaian tingkat kebenaran terhadap  dua kitab yang  sebelumnya, yaitu  KitabTaurat dan Injil. Innllaha lahabiram bashira, sangat niti pirsa, bashir dengan “sangat awas banget” sehingga kalau didapati gradasi obyek yang kita teliti bagi Allah tidak ada semuanya kelihatan untuk  dapat  Sedangkan ayat yang ke- 32,  “tsuma auratsna kitaba”,  hamba Allah yang kami pilih, muga-muga kita yang termasuk  dipilih mewarisi kitab yang diberikan kitab kepada Nabi muhammad, SAW.  Karena fakta hamba Allah yang mengikuti  menjadi ummat muahmmad itu terbagi menjadi tiga bagian, yang pertama, faminhum zhalimun linafsih, sebagian yang paling banyak, zhalim keburukan lebih banyakdari kebaikan meskipun telah diturunkan al-Qur’an sebagai  yang  ditetapkan  berlaku zhalim terhadap sendiri sehinga keburukan lebih banyak dari kebaikannya. Kedua, sebagian ada yang pas-pasan  muqtashid (iqtishad = ekonomis), tidak pernah bati, yangwajib kan ini saja, itu tidak bicaranya. Termasuk  ibadah. Ketiga, shabiqun bil khairat biidznillah,  melakakuakn hal yang  baik mendahului apa yang tidak mikir wajib atau tidak, ada tetangga lapar sudah dikasih,  dengan“menggunakan kitab”, secara urut mulai pertama yang paling dekat hubungan  darah,  tempat tinggal, kita yang seagama, kristen  itu pikiran kita sekarang seperti itu di WA-WA menyesatkan  ada seorang  sufi ada masuk surga karena “menolong seorang pelacur”, agama apa  pelacur tidak dipertimbangkan, sekarang ini begitu. Kalau dikaitkan dengan pengadilan ini ponakan, ini orang Geyer. Katagori  ini untuk  mengukur / MENAKAR KESEJATIAN HAKIM,  sidang-sidang  leren-leren. Fadlul  kabir,  qur’an diturunkan merupakan anugrah  yang paling besar. Apa kita kepingin anugrah atau tidak, hakim  “sabiqun bil khairat” atau “muqtashid”.  Berangkat mamkan waktu istirahat jam 12.00 kembali jam 15.00 ngobrol banyak tempat jauh pulangnya ..?. Maka lebih baik dibawain nasi biar tidak keluar masuk kantor, selain berkah  juga  bersih. 

Fatsir yangmutaakhir  disusun olehkelompok ulama’ menyebut “tafsir Muyassar”, selain as-Sa’dy,  beliau menafsirkan  sekarang sudah ada tejremahannya.  Di depan msasjidil haram, al-asma alhusna disusun; aratsnyakita a’tanas ba’dal ahlaki al-umam, umat Muhamad itu sudah halak rusak. Umat yang diplih  ‘ala asyrafil anbiyai wal mursalin”  zhalimun binafsih kalau akan masih memperbuat ma’shiyat, muqtashid mu’addilil wajibat al muj tanibu lil muharramaat. Melakaukan  kewajiban tapi soal yang  haram masih tetap, adzan sebelumnya  juga minum-minuman keras, bersegera mujtahidun, bersungguh-sungguh bil khairat fil a’malilshalihat fardliha,  wanafilah,  dzalikal i’tha soalpemberian dan dipilih ummat ini merupakan  anugerah yang  besar. Maka bina  kullu umati yadhulu aljannah ila man aba, apa ada atha’aniy dakhalal jannah faman ‘ashaniy  man aba, fadlul  kabir.

  1. Berdasarteori, kebudayaan Drama, tata negara tidak dapat didapat dilihat doktrinal saja tapi belajar thingking out of the box, memikir kotak kita ini seperti apa. Disikusi ada banyak  sisi, salah satu diantaranya, melihat sisi kita dari luar kita dalam kebudayaan drama.Teori menjadi dan sebagai, menakar diri kita tentang kesejati apa tidak  kita lihat berdasarkan teori luar porfesikita. Apakah kita menjadi hakim atau sebagai hakim bukan kosa kata sehari-hari kalau dipakai teori sudah berbeda, kita bukanmenjadi merupakan istilah yang menjadi kesejatian.Kesejatian adalah eksitensial seseorang profesionalitas kita. Seperti apa profesi kita kita lihat, baca di kompas satu kominitas teori ini sebagai namanya, komunitas menjadi warga Republik  Setelah dibaca isinya sama, warga negara bukan menjadi  warga negara.  Soal Eksistensi didalam profesi Hakim, kalau menjadi arti  didalam diri kita ada moral intergitas dalam agama istiqamah, dapat waktu juga bagian diri kita. Dirikita istiqamah, bersesuaian kata keyakinan,  dan kelakauan  di Hotel ini Kamar “carisma” ada tulisan kamar 33, carisma adalah kapabilitas berkaitan kehalian, komitmen itu tekad, “telkom semboyannya “comited to your”, dedikasi pada mumnya diartikan pengabdian padahal lebih luas. Rendra sangat cerdas dengan karya-karyanya  menjelaskan,  namanya dedeikisi  tidak mikir mau mati  atau hidup dengan pilihannya, seperti memilih hakim tidak  mikir mau dipotong umur, yang penting berkarya. Dengan karya-karyanya mencerahkan orang. Kedua dengan Taufik ismail anak Ghofar Ismail, ketemu di Mahakamh Konstitusi, tentang soal yang terjadi terkahir ini. Cerita norak saking pegelnya, budaya sekarang ini “budaya disekitar selangkangan”  soal gambar, pakaian itu soal selangkangan yang dipikir, kita tertarik apa saja muaranya kesitu.  Sebenarnya dia sebagai dr Hewan namun tidak pernah praktek, dia bikin syair saja yang  dilantunkan Bimbo, termasuk  “Rindu Rasull”, berapa jarakya rasul ..?, serasa engkau disisimu, dapatkah kami membalas cintamu walaupun sangat bersahaja. Betapapun rasul mencerahkan kita.  Itu kalu mau baca, meneliti merumuskan, membca merenungkan, kita tidak merenungkan “alah tidak mudeng. .. aku tak mau  kalau dimadu”. Berasal dari jiwa yangketika sudah memilih tidak lagi memikir apa yang dimakan. Semuanya itu, kapabilitas, komitmen, dedikasi  bagi orang itu yang profesional akan melebur dalam tindakan profesional, apakah dalam membikin putusan itu merupakan peleburah 4 hal tersebut, tindakan tersebut akan menjadi karakter. Profesional sudah berkarakter Rendra, Gusdur,  “itulah saya, terserah lu mau ngomong apa”. Maka kenapa bukan menjadi orang kaya jadi orang Pengusaha, hakim itu tidak cari uang, doa kita berikan pentunjuktidak  tersesat dan menyesatkan karena panggilan jiwa.  Panggilan  jiwa apa, wama khalqtul jinna wal insa illa liya’buduun, membahas “yaumuddin” adalah hari pertangagung jawaban. Apayang kita pertanggung jawabkan kepada Allah ?,  meski S.2 S.3 tidak menjawab,  ini ja’ilun fil ardli khlifah, kuntum khoir ummat ada beberapa. Panggilan jiwa untuk Allah “ibadah”, untuk sesama manusia“berhidmah”, menjadi hakim berhidmad kepada “bangsa, ummatIslam dengankapasitas yangkitapunyai.Amalshaleh ada dua, satuamwal yangkedua anfus, mufrad maal wan nafs. Paling banyak justru tidak digali modal an nafsh amal shalih itu amwaal ya kalau punya uang, shahabat protes orang yang  diberi kakayaan, dia tidak mengerti amal shaleh itu nafs/anfus. Kalau hakim profesi kuncinya adalah gaerah, ghirah  meninggalkan profesi itu berat,  “fashion tidak ada maka ijin terus”, terkait dengan hari kecepit. Fashion, hakim sejati atau tidak, disebutkan Martin Luter King, jika anda menjadi penyapu jalan anda harus dan akan menyapu jalan layaknya  Maikcael Engeelo melukis, layaknya jeniusBidhouven, menggubah musik, seindah tulisan Skare Pare, menyapu sehingga tentara Surya Bumi berhenti sejenak sehingga melihat di dunia  hanya satu seorang peneyapu bersih.  Jadi istriatau suami, hakim yang baik,  jadi  suami   kok  nyimpen uang  dalam kopiah sepatu...? is atitudmen  person of think, istilah sesungguhnya perasaan sangat kuat mengenai sesuatu hal. Kalau pekerjaan  belum  selesai, loh kok belum pulang ?, “tidak tinggal 3 putusan belum selesai”, tapi lain dengan “kalau dapat dikerjakan  besuk  kenapa dikerjakan sekarang ?”. Kalau suka belajar, pulang kerja sampai maghrib mau tidak tidak  usah dibangunkan, nanti akan bangun sendiri ...  isya’ dan  tahajud serta diikuti belajar.

Untuk kelanjutan dari pembahasan tentang Fashion ttg ghirah,gairah kita sesungguhnya berada teori  menjadi ,mengeja wantah menjadiperbuatan pelaksanaan menjadi karakter kemudian menjadi, intinya fashion/ghirah jadi seperti  orang kawin/nikah pilihan sendiri.  Ada cerita pasanagan anyel banget numpuk wis nek ngene bubar wae, ada  wis  anake kudu ngambil rapot besuk dapat ini nasib orang itusudah  komitmen saya, tilpon orangnya,  ibu saja.  “Every strong filling”, kekuatan perasaan yang  sangat tinggi untuk mengerjakan sesuatu. Ada empat atau beberapa  dapat melihat prospektif.Intinya menjadi hakim teorinya ya jadi hakim itu. Inggris is emotion ffeeling into she for some thing. Kalau punya Fashion itu sesuatu  yang menjadi  objeknya itu sangat antausias. Baca koran yang dibaca yang menjadi antausias. Antausias adalah rasa untuk melakuakan sesuatuyang lahir dari hati, seperti halnya dalam teori Tashawuf, selama orang shalat itu merasa taklif dari Allah itu belum tampak shalat sesungguhnya, kalau sudah “terasa rahmah” sebagai forum bertemu dengan Allah.  apakah sebagai kebutuhan atau masih ada beban pada diri anda. Allah menyediakan Forum Taubat, minta ampun minta sesuatu kepada / forum dekat kepada Allah tak usah meminta, Allah sudah tahu sendiri.  Tak usah dirusuh, itu gambarannya, fasion. Sidang kok ada kegiatan yang lain, kok dibiarkan  tunda lagi-tunda lagi. Sudah diputus putusan tidak jadi-jadi, kalau “punya fashiaon harus selesai”. Yang lahirnya darihati bukan dari luar yang harus membebani hati. Sehingga dibayar atau tidak  dibayar, naikatau tidak dia akan mengerjakan.Intinyasesuatu yang dikerjakannya sebagai dampak, dikerjakan senang hati tanpa beban. Sedangkan sasaran manusia yang berhati juga, tidak ngomong aku pejabat dia yang melayani. Dia terjebak dalam pragtamtis yang menyesatkan, sesungguhnya saya menentukan, itu sebagai hakim “bukan jati dirinya menjadi hakim”.  Terfokus efisien dan menjadi nikmat hidup, seperti shalat terasa dialog dengan Allah ini.Steaf Jock senang komputer dia bukan kompeternya tapi dalam salah satu tulisannya simplikasi. Kalau bekerja  sebagai  hakim yang menjadikan sederhana yangmenjadi soal. Saya lebih suka yang  lebih rumit menemeukan begini, ... ah mudah sekali kalau dapat memudahkan konsumer, tidak bikin  sulit dia mendepe-depe merengek kepada kita, dia bisa membuat mesin memudahkan orang.  Stef Jock orang Yahudi, Justin Mast  fashion perasaan terbaik membuat seseorang rela berkorban yang diyakini spadan yang ia korbankan. Orang berkorban kita akan memperoleh sesuatu yang lebih baik. Yang digambarkan abu nuwas, ilahy surga menjadi cita-cita, rtapi saaya tidak kuat kalu di neraka. Yang ia korbankan settimpal itu, fahably taubatan faghfirly diberi tobat, ampunan  sudah cukup ...apalagi surga tidak pantas buatku.  Justin  orang sukses.Poin-point terakhir sebagai illustrasi, menjadi hakim yang  bekerjanya penuh dengan  fashion;Sebagai itu teori istilah menegaskan eksistensional,  “peran dan fungsi sekedar menjalankan profesi” .. untuk menghalalkan berhenti kepada tunjungan tidak ada pertautan ideologis.  Sehingga orang yang bekerjanya sekedar, bukan out put  yang  penting selesai, baik atau tidak wis ben lah... pada hal “out put akan punya dampak dalamkehidupan”.  Pekerjaan itu  upah atau bekerja,  kenapa jadi hakim ?, orang adanya itu !, tidak punya  panggilan  hati. “Mau tes bismillahe ditoto”, sebelum shalawat ditata niate ngaji krana apa untuk apa ?, Awake dewe ditata karena apa untuk apa ?, ben yang jadi hakim dapat uang saja niali ibadah, nilaihikmah. Dulu ada orang datang mbah  kok latare kotor wisben ko tak saponi, kula saponi mbah ... sampai bersih, ketika selesai mendapat pujian    .... kowe kok pinter dhuk, lain halnya “mbah tak saponi ko bok kei piro...?. Untuk yang kedua ini yang terakhir dapatnya yang didapat yang dulu.  Sik-sik kae ana masakan anakmu seneng  dapat suatu yang banyak tidak ingin sorga, itu sah-sah saja. Itulah menjadi, kalau yang sebagai .. tidak  ayat kursi dan suratYasin baca yang lain tidak  mau, kalau ditanya, sudah khatam berapa ... ? soal fadilah jangan salah menangkap kalau baca dengan perspektip Rasulullah sebagai orang cerdas, fathin, fahami konteknya jangan teksnya. Meskipun dapat juga tidak kerja tunjangan itu penghargaan negara bukan  transaksional, kerjanya apa tidak sampai segitu, sampai tidak meluruskan niat itu. Nilai kehidupan itu, ide pengalaman pengetahuan yang terumsukan menjadi rumusan ideal. Seperti terdahulu yang empat menjadi pelaksanaan .... inti konsep ideal  ada baik, ada indah itu nilai tinggal kontek.  Hakim masa kini.

Dua teori untuk sekarang ini, yang paling menonjol adalah OTT, yang diott bukan hanya hakim tapi ketua PT. Membaca  orang yang penuh hikmah hasil bacaannya sekarang ini jadi hakim sangat sulit yang gampang sebagai hakim. Yangmenjadi lebih banyak dapat kenapa tidak diambil, dalam pantuannya, ketika putusan akan diambail. Kamu pengen menang atau tidak ?, kalau kamu tidak segera “aku akan memanggil Tergugat, lahberani- berani !,  seperti iklan rokok nyucukne sing nyambaut gawe. Kok dapat begitu ?, mengapa menjadi hakim susah ?, sebagai hakim menundukkankehidupan mewah semewah mewahnya. Ingin mulia tapi yang itu palsu. Ketika Ngaji PTA, ada dua yang harus bersmaan dalam asmai’ul husna yaitu “Muizzu wal mudzilu” memberikan kemulyaan dan memberi kehinaan, kemulayaan sesungguhnya seperti apa karena mobilnya Pajero, rumah bagus, duitnya banyak,Imam Ghozali, al-Khaththabi, mu’izzu inahu a’aza ‘abdahu bil qana’ah bi waadzalla bit thoma’  (Ibul Qayyim). Memulyakan hambanya dengan qanaa’ah dan menghinakan  dengan tama’, karenanya kona’ah itu  ujud dari pada rasa syukur.

IMG 0234

Masa sekarang ini  termasuk masa kekosongan Ideolgis karena kesini kehidujpan semakin pragmatis, le wong kuwi nek duwe duwit apa saja bisa kalau tidak punya uang, tidak dapat berbuat begini dan begitu. la untuk  cari uang anak kerja dua tahun, kerja yahmana yahmene duwe apa ?, itu suntikan narkoba, kerja rong dino kowe wis yoso apa jadi orang tua jangan begitu !, .. hargailah qana’ah dia. Menjadi apa itu tlusap-tlusup kemana-mana. Apa dampak sulitnya  jadi hakim karena riuh rendahnya ... kemulyaankemanusiaan itu karena pragmatik menjadi matearialisme hakim yang dikuasai sahwat dunia dari materiil dan immateriil termasuk jabatan.  Imam ghozali hati itu lapang tempat kerajaan manusia  mengelola hidup ya hati, anggota badan itu tentaranya. Kalau dapat mengelola badan termasuk jiwa untuk bertempur dilapangan  itulah yang bekuasa. Inamal ghina ghinan  nafsu. Hilingnya sensivitas, melankprotis. Dulu urunan beli mobil, naik gaji pelit bukan main, dulu honor ,ramah .. ketika radius rupiah besar fitnah diman-mana., itu setelah kaya. Keempat langka untuk mewakafkan bagi kemajuan peradilan, dulu setiap malam nanti malam kerumah disitu diajak rapat untuk ini itu, tempat Said, Zainuddin, Usman almarhum, supaya segera selesai ada honornya tidak. Mengutip rool of low indek yang dirilis salah satu peringkat rol projek peradilan dap korupsi dari 113 Indonesa ada ditengah-tengh kalah dengan singapura singgapur, malaiysia. Di singgapur hampir bicara peradilan yang lambat korup, penuh dengan liku-liku.  Ada yang mau ... lebih ke singgapur, ... hakim lagi.   Menjadi hakim sama dengan menemukan fashion orang sukses dapat  menemukan mereka feshion itu tidak jatuh darilangit. Menemukan itu penting  sama menaiki mobil mewah dijalanan yang hancur.   Fasilitas bagus tunjangan  tinggi tapi fashion tidak ada adalah jalan menggelinding profesi kita jadi hakim karena terpaksa jadipengusaha tidak dapat. Ironis menjalani profesi dengan terpaksa.Terima kasih Tuhan sekarang sudah samapai hari Jum’at, saku tudak sudak beda dengan hari Senin, apa kita masih seprti itu ?.   Sing hot fray dy,  ... Tuhan melahirkan kita lahir kemuka dnuia sudah ada fashion, kalausudah diketemukan bila,  tapi secara sepesifik akan menemukan yangmenggairahkan. menemukan fashion dalam diriorang seperti menemukan harta karun, fashion menghadapi tantangan serba mudah bila telah menemukan fashion,  tidak muncul tapi  harus diburu setelah ketemu  dipelihara dan dibawa;

IMG 0249

  1. Pengalaman masa kecil/ tk dia ingin jadi guru rasional potensi keturutan;
  2. Darwin strategi menemukan Niche sesuatu yang menarik, karena lesung pipi tidak dapat tidur; teh menghindari tujuan yang salah;
  3. Adaptasi strategi, masalalu sebagai pengalaman sering mbolos sebagai pengalaman;
  4. Def strategi, seperti rendra mau hidup atau mati inilah saya,  putri prabu ningrat daspat diperistri; punya karakter itu menarik.
  5. Sesuatu besar yang dicapai kalau tidak ada antausias. Tidak ada antausias kalau tidak ada fashison. Kalau datang menyejukan, pergi ada kehilangan;