Zona Integritas

Kami berkomitmen untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, melayani dan bebas korupsi.
Zona Integritas

Sistem Informasi Pengawasan

Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.
Sistem Informasi Pengawasan

Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

e-Court Mahkamah Agung RI

layanan bagi Pengguna Terdaftar untuk Pendaftaran Perkara Secara Online, Mendapatkan Taksiran Panjar Biaya Perkara secara online, Pembayaran secara online dan Pemanggilan yang dilakukan dengan saluran elektronik.
e-Court Mahkamah Agung RI

Tutorial Penyelesaian Gugatan Ekonomi Syariah

Video yang berisi tentang cara penyelesaian perkara ekonomi syariah dengan acara yang sederhana
Tutorial Penyelesaian Gugatan Ekonomi Syariah
  • Sistem Informas Penelusuran Perkara

    Melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), anda akan mengetahui tahapan, status dan riwayat perkara.

  • Jadwal Sidang

    Pengadilan Agama memberikan kemudahan akses informasi jadwal sidang untuk para pihak yang sedang berperkara.

  • Biaya Perkara

    Estimasi panjar biaya yang dibayar oleh pihak yang berperkara dalam proses penyelesaian suatu perkara.

  • Delegasi

    Informasi Panggilan Delegasi, Bantuan Panggilan / Pemberitahuan Antar Pengadilan

  • Siwas

    SIWAS adalah aplikasi pengaduan yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

  • E Court

    Layanan Pendaftaran Perkara, Taksiran Panjar Biaya Perkara, Pembayaran dan Pemanggilan yang dilakukan Secara Online.

Selamat Datang di Website Pengadilan Agama Purwodadi | Media Informasi dan Transparansi Peradilan # Kegembiraan telah datang dengan hari kelahiran sang penunjuk jalan yang lurus | Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W. 12 Rabiul Awal 1440 H.

AnalysisTelusuri serta awasi jalannya proses penyelesaian perkara anda 

Belajar Menjadi Penulis

BELAJAR MENJADI PENULIS  :

(Upaya Memperpanjang Jejak-jejak Kehidupan)*

Oleh : DR. Ahmad Zuhdi**

Menulis adalah mencipta di mana seorang sedang mengarahkan semua pengetahuan, daya dan kemampuan, bahkan seluruh jiwa dan nafas hidupnya. Menulis merupakan upaya mempertegas jejak-jejak kehidupan. Dengan tulisan, seolah orang tetap akan hidup meski secara fisik telah meninggal dunia.

          Oleh karena itu Imam Ghazali berpesan jika kau bukan anak raja atau anak ulama besar maka menulislah. Sementara Iman Asy-Syafi’i menganalogkan ilmu ibarat hewan buruan (yang liar) dan tulisan adalah tali pengikatnya. Jika binatang itu tidak diikat, maka ia akan sangat mudah lepas atau lari dari pemiliknya. Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.

1

BELAJAR MENJADI PENULIS  :

(Upaya Memperpanjang Jejak-jejak Kehidupan)*

Oleh : DR. Ahmad Zuhdi**

Menulis adalah mencipta di mana seorang sedang mengarahkan semua pengetahuan, daya dan kemampuan, bahkan seluruh jiwa dan nafas hidupnya. Menulis merupakan upaya mempertegas jejak-jejak kehidupan. Dengan tulisan, seolah orang tetap akan hidup meski secara fisik telah meninggal dunia.

          Oleh karena itu Imam Ghazali berpesan jika kau bukan anak raja atau anak ulama besar maka menulislah. Sementara Iman Asy-Syafi’i menganalogkan ilmu ibarat hewan buruan (yang liar) dan tulisan adalah tali pengikatnya. Jika binatang itu tidak diikat, maka ia akan sangat mudah lepas atau lari dari pemiliknya. Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.

1

Menulis Sebagai Bukti Hidup

Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan, hanya yang memiliki prestasilah yang bisa “merebut” simpati dan akan bersemayam lama dalam memori orang lain. Isyarat itu dapat kita tangkap dalam sabda beliau :

اذا مات ابن ادم انقطع عمله الا من ثلاث : صدقة جارية  اوعلم ينتفع به اوولد صالح يدعوله

(Jika anak adam/manusia telah mati, maka amalnya akan terputus kecuali 3 hal, yakni sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh (yang mendoakan kedua orang tuanya).

Ketiga hal yang disebutkan dalam hadits tersebut merupakan ujud dari prestasi. Dengan memiliki ketiga-tiganya, atau setidak-tidaknya satu dari ketiganya, maka orang akan mempunyai sebutan panjang dan pahala yang tak terputus meskipun orang itu telah meninggal dunia. Mengapa demikian? Karena berarti dia memiliki prestasi dan suatu manfaat yang bisa diberikan atau ditiru orang lain. Orang  yang  tidak  memiliki sesuatu, ia tidak bisa memberikan sesuatu. Imam Malik berkata :

من لم يملك شيئا لم يعط شيئا

(Barang siapa tidak memiliki sesuatu, ia tidak bisa memberikan sesuatu).

Dikaitkan dengan statemen Imam Ghazali dan Imam Syafi’i di atas, menulis dapat menjadi sarana untuk merealisasikan hadits di atas, tentu sepanjang tulisan yang dibuat tidak melanggar norma-norma agama, mencerdaskan dan bermanfaat bagi orang lain. Tulisan yang baik dan mencerdaskan akan menjadi amal jariyah, sekaligus menjadi ilmu yang menginspirasi atau ikut membentuk pola berfikir dan prilaku orang lain. Para ulama telah membuktikan hal ini. Banyak di antara mereka telah menulis kitab berjilid-jilid dalam berbagai disiplin ilmu. Imam Ghazali sendiri menulis lebih dari 400 judul kitab, Imam Nawawi yang belum sempat menikah sampai akhir hayatnya, juga telah menulis ratusan judul kitab, dan lain-lain.

2

Amal jariyah berupa tulisan dapat menjadi “bukti hidup” bagi seseorang yang akan memperpanjang jejak-jejak kehidupannya. Hanya anak yang shalih barangkali yang tidak dapat diwakili oleh tulisan, setidak-tidaknya jika “anak shalih” itu dipahami sebagai anak secara fisik. Namun demikian anak juga bukan “satu-satunya” bukti hidup bagi seseorang, karena hewan juga bisa mempunyai anak, bahkan lebih banyak, dan tumbuh-tumbuhan yang konon tidak berkelamin, juga bisa mempunyai anak. Oleh karena itu kalau anak akan dijadikan (tolok ukur) bukti kehidupan, hanya anak yang shalih yang memiliki bobot atau kapasitas sebagai anak yang bisa memberikan jariyah bagi orang tuanya.  Anak yang “ghoiru sholih” hanya akan menjadi fitnah yang merepotkan orang tuanya.

Tulisan akan menjadi salah satu bukti kehidupan bagi seseorang, sekaligus menjadi sarana pembelajaran (thalabul ilmi) bagi orang lain yang berminat. Dengan tulisan, orang akan dikenal dan dikenang sepanjang tulisan itu masih dibaca orang, bahkan jika dari tulisan itu diamalkan orang lain (untuk hal-hal baik), maka sang penulis akan terus mendapat pahala. Orang yang tidak mempunyai bukti kehidupan, begitu ia meninggal dunia, maka dalam waktu dekat ia akan dilupakan orang, bahkan kuburannyapun akan segera digusur untuk dipakai orang lain.

Jenis-jenis Tulisan

Untuk memulai menulis, orang tidak perlu takut salah. Dr. Kuntowijoyo (UGM) pernah memberikan resep untuk memulai menulis, yakni “menulis, menulis, dan menulis”. Maksudnya adalah mencoba dan mencoba, jangan takut gagal. Objek tulisan tentang apa saja, seperti tentang diri kita sendiri, peristiwa yang kita alami sehari-hari, atau hal-hal kecil yang ada di sekitar kita. Sekali lagi, semua itu bisa menjadi objek penulisan. Demikian juga, kita bisa memilih jenis tulisan yang kita kehendaki, karena banyak jenis tulisan yang bisa kita pilih. Ada tulisan ilmiah (menggunakan kalimat dan bahasa baku), ada tulisan populer (menggunakan bahasa ringan), dan ada pula tulisan sastra atau fiksi yang biasanya menggunakan “bahasa perasaan”.

Di samping itu ada penulisan jurnalistik,baik berupa berita (news) yakni laporan peristiwa berupa paparan fakta dan data, opini (yakni pandangan atau analisa dari seorang penulis tentang sesuatu (views). Bisa juga karangan khas seperti laporan perjalanan atau narasi dari sesuatu atau tentang peristiwa (feature). Feature adalah perpaduan antara  news dan views. Selain itu, penulisan jurnalistik juga mengenal esai, kolom, resensi, pojok, reportase mendalam (depth reporting atau investigative reporting), dan lain-lain.

3

Berbagai jenis tulisan tersebut mempunyai karakteristik sendiri, yang untuk membahasnya diperlukan waktu khusus. Dalam rangka mengembangkan website Pengadilan Agama Purwodadi agar lebih baik, tentu diperlukan SDM yang memiliki pemahaman ilmu jurnalistik – meskipun pada level pemula. Namun, satu hal yang tidak boleh dilupakan, seorang penulis di samping harus banyak berlatih, dia juga harus rajin membaca, karena dari sinilah dia memiliki bekal atau bahan tulisan. Tanpa banyak berlatih seorang penulis akan bingung darimana harus mulai, kaku, tidak memiliki arah serta fokus tulisan.  Dan tanpa banyak membaca, seorang penulis akan segera kehabisan bekal dan inspirasi, sehingga tulisannya akan kering dan “tidak selesai”. Tulisan yang baik dapat mengangkat masalah berat menjadi ringan sehingga mudah dicerna, enak dibaca dan – tentu saja - perlu. Nah ... selamat mencoba !!!

*) Disampaikan pada coffee morning Pengadilan Agama Purwodadi, 19 Juli 2017

**) Penulis adalah Hakim Pengadilan Agama Purwodadi

Aplikasi - Aplikasi Pendukung Aplikasi Pendukung di Lingkungan Peradilan Agama

    

    


Hubungi Kami

Home Pengadilan Agama Purwodadi

location icon 1 Jalan MH. Thamrin No. 9 Purwodadi 58111

location icon Grobogan - Jawa Tengah

phone icon Telp: 0292-421073, 423218

Fax icon Fax: 0292-423203

Communication email blue icon Email : pa_purwodadi@yahoo.co.id

Peta Lokasi