Zona Integritas

Kami berkomitmen untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, melayani dan bebas korupsi.
Zona Integritas

Sistem Informasi Pengawasan

Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.
Sistem Informasi Pengawasan

Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

e-Court Mahkamah Agung RI

layanan bagi Pengguna Terdaftar untuk Pendaftaran Perkara Secara Online, Mendapatkan Taksiran Panjar Biaya Perkara secara online, Pembayaran secara online dan Pemanggilan yang dilakukan dengan saluran elektronik.
e-Court Mahkamah Agung RI

Tutorial Penyelesaian Gugatan Ekonomi Syariah

Video yang berisi tentang cara penyelesaian perkara ekonomi syariah dengan acara yang sederhana
Tutorial Penyelesaian Gugatan Ekonomi Syariah
  • Sistem Informas Penelusuran Perkara

    Melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), anda akan mengetahui tahapan, status dan riwayat perkara.

  • Jadwal Sidang

    Pengadilan Agama memberikan kemudahan akses informasi jadwal sidang untuk para pihak yang sedang berperkara.

  • Biaya Perkara

    Estimasi panjar biaya yang dibayar oleh pihak yang berperkara dalam proses penyelesaian suatu perkara.

  • Delegasi

    Informasi Panggilan Delegasi, Bantuan Panggilan / Pemberitahuan Antar Pengadilan

  • Siwas

    SIWAS adalah aplikasi pengaduan yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

  • E Court

    Layanan Pendaftaran Perkara, Taksiran Panjar Biaya Perkara, Pembayaran dan Pemanggilan yang dilakukan Secara Online.

Selamat Datang di Website Pengadilan Agama Purwodadi | Media Informasi dan Transparansi Peradilan # Kegembiraan telah datang dengan hari kelahiran sang penunjuk jalan yang lurus | Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W. 12 Rabiul Awal 1440 H.

AnalysisTelusuri serta awasi jalannya proses penyelesaian perkara anda 

Berkolaborasi Melalui Terangnya Hati Membawa Hikmah

BERKOLABORASI MELALUI TERANGNYA HATI MEMBAWA HIKMAH

di Mushalla “al Hikmah” Pengadilan Agama Purwodadi

Selasa 11 Juli 2017 bertepatan dengan 16 Syawwal  1438 H Pengajian Padang Ati PA Purwodadi mengadakan  Shilaturrahmi dan Halal bihalal karyawan dan karyawati PA Purwodadi di Mushalla “Al-Hikmah” PA Purwodadi. Acara ini nampak istimewa  karena juga dihadiri Ketua, Wakil Ketua dan jajaran Hakim dari Pengadilan Agama Blora.

Sekitar pukul 21.00 WIB acara dimulai, diawali Istighatsah yang dipimpin H. Dul Djawahir, S.Ag. purnabhakti pegawai PA Purwodadi, sedangkan sambutan mewakili  Anggota Pengajian disampaikan Drs. H. Toha Mansyur, SH. MH (Ketua PA Purwodadi). Ceramah pengajian disampaikan Ketua Pengadilan Agama Blora, Drs. H. Samarul Falah, SH.MH. (Ketua PA Blora) sekaligus sebagai promotor berdirinya pengajian Padang Ati, sedangkan do’a dipandu oleh Drs. H. Hamdani, SH,MH (Hakim PA Purwodadi).

 1

Dalam sambutannya, Drs.H. Toha Mansur, SH.MH menyampaikan bahwa “Padang Ati“ sebagai ujud nyata kegiatan menuju terangnya hati. Karena itu pengajian yang diawali dengan istighotsah  ini mempunyai  arti yang sangat penting bagi kita. Selain sebagai  wahana shilaturrahmi, thalabul ‘ilmi, juga menjadi wahana mengolah hati (rasa). Drs. H. Toha Mansyur juga menyingung perlu pembinaan santri pasca Ramadlan dalam pengajian Padang Ati ini, karena masih perlu ditindak lanjuti  sebagai tanggung jawab bersama untuk kemajuan mereka khususnya dan warga Pengadilan Agama Purwodadi pada umumnya.

Memang mulanya mereka merasa pusing kalau diajak ngaji, namun setelah diberikan arahan dan bimbingan  sekarang menjadi senang. Pengajian  padang ati ini diharapkan dapat sebagai folow up pembinaan warga pengadilan sampai merasa membutuhkan, dan merasa rugi, minimal kehilangan kesempatan kebaikan dan hikmah yang banyak bagi dirinya bila tidak hadir.

Hati yang  hudlur.

Dalam ceramahnya Ketua PA Blora yang  biasa dipanggil Pak Samarul mengatakan bahwa, untuk mengukur tinggi rendahnya minat melaksanakan ibadah ditentukan oleh kemampuan (kecerdasan) seseorang dalam meyakini pertemuan atau menghadirkan diri di hadapan Allah,katanya. Untuk itu perlukan dua  sisi kacamata dalam memahami makna pokok ibadah terutama Shalat sebagai  tolok ukur ibadah-ibadah lain, dan masuknya makanan-makanan yang halal ke dalam badan jasmaninya dari sisi kacamata lain. Dengan kacamata lahir dan batin tersebut diharapkan dapat tumbuh subur dalam diri seseorang untuk merasa butuh ibadah-ibadah yang diwajibkan ataupun yang disunnahkan sampai kepada menemui ajal(واعبد ربك حتى يأتيك اليقين).

Memetik Hikmah Idul Adha

Meneladani Pengurbanan Nabi Ibrahim dan putranya

Oleh Drs. H. Nurul Aziz SI

        Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. karena berkat rahmat dan karuniaNya kita dapat bersama-sama dalam keadaan sehat wal afiat guna memamahami dan meneladani  jejak-jejak kehidupan Kekasih Allah (Nabi Ibrahim Alaihis Salam) dan putra belaian kasih beliau ( Nabi Isma’il Alaihis Salam), baik untuk keluarga kecil maupuan keluarga besar, baik komunitas kecil maupun dalam skala besar, organesasi  sosial maupun keagamaan. Baik sebagai Warga Rt, Rw, Desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten maupun sebagai bangsa yang akan mewariskan tongkat estaffet perjuangan kepada generasi kemudian yang akan dipertemukan kembali dalam kehidupan di akherat kelak.

         Di samping itu Allah memilihkan bulan-bulan yang betul-betul istimewa bukan berarti hari-hari yang lain dipandang sebagai hari kesialan ataupun membeda-bedakan hari-hari dalam seminggu maupun dalam satu bulan dan dalam satu tahun, namun lebih ditekankan  oleh karena hari-hari pada bulan itu disyari’atkannya beberapa peribadatan yang amat berat, dari memeras keringat sampai menyabung nyawa sekalipun. Betapa besar pengorbanan Nabi Ibrahim yang beliau canangkan di tanah Arab yang berpadang tandus menjadi tempat berkumpulanya umat manusia untuk mengagumi sekaligus mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa, dan sekembali mereka mendapat ketenangan lahir maupun batin dan semangat baru dalam menapaki hidup dan kehidupan dunia untuk menjalani kehidupan di akherat kelak yang kekal abadi.

         Tiga bulan teristimewa dalam sepanjang sejarah kenabian sebagai bapaknya para Nabi, khalilulllah meletakkan dasar-dasar pemerintahan (الإمارة) yang terorganisir dalam organisasi (ادارة), terpelihara dan terjaga (رعاية) agar dapat bangkit sebagai umat yang besar lagi agung melalui  tiga proses : (عيد الفطرى – عيد الاضحى - محرم) Hari-hari kesucian – pengorbanan – kebangkitan, marilah kita  sucikan  niat kita. Kita kurbankan  yang ada pada kita untuk meraih kebangkitan umat menuju kesejahteraan dan perdamaian abadi dunia akherat di segala segi dan lapangan melewati generasi kita mendatang.

          Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Isma’il  dalam hal ini, Allah pilihkan untuk umat kemudian sebagai teladan dalam segala hal terutama dalam prinsip dasar pengorbanan “memberi bukan meminta” dalam istilah lain dalam peribahasa kita kenal “berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian”, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, dalam istilah hukum kewajiban harus didahulukan dari pada menuntut hak, karena kewajiban yang dilaksanakan akan menimbulkan  hak-hak yang  sebanding atau seimbang dengan amal usaha  dari dirinya, sebaliknya jika menuntut hak barangkali kewajiban-kewajibannya akan cendrung terlupakan, untuk selanjutnya condong kepada  sikap rakus bin thama’ serta memandang diri telah berjasa dan melaksanakan semua kewajiban yang  dibebabankan kepadanya, padahal jauh dari harapan yang sebenarnya.

          Sikap tersebut  dikembangkan Nabi Muhammad dengan mencela orang-orang yang meminta-minta tanpa alasan (اليد العلي خير من يد السفلى)“tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah”.  Dalam penunaian zakat, shadaqah, hibah, wakaf dan washiyat kelihatannya harta berkurang, namun pada hakekatnya tidak berkurang ataupun hilang, namun justru tumbuh dan berkembang dalam pandangan Allah dan RasulNya (واقرض الله قرضا حسنا فيضاعف  له اضعافا مضاعفة), bahkan lebih  dari itu akan menimbulkan  kilas balik fungsi sosial (membantu fuqara’ wal masakin serta yatim piatu) dan fungsi ganda mendapatkan harta yang tidak ternilai harganya, yaitu ketenangan berkat do’a ‘Amil Zakat/penerima (خذ من اموالكم تطهرك وتزكيهم ) ataupun shahibul Kurban. Itulah sebagai salah satu  indikasi jiwa yang sehat yang  bila dilakukan terus menerus  akan membimibing jiwa  menuju pada watak kepribadian yang agung .

          Kitab  suci Al-Qur’anul adzim, memberi petunjuk tentang kisah pengurbanan yang telah dilakukan anak manusia sejak Nabi Adam, Nabi Ibrahim sampai kepada Nabi Muhammad SAW, dapat memberi inspirasi kepada kita untuk menumbuh kembangkan jiwa kepribadian yang mulia lagi agung dalam pergaulan hidup keluarga kecil, keluarga besar, berbangsa dan bernegara, yang secara bertahap sebagai beirkut :

          Kisah kurban pertama dilakukan oleh dua orang putera Adam, Qabil dengan hasil usaha pertanian  dan berkarakter yang takabur dan bakhil mempunyai rasa iri dan dengki (hasad) dari, sedangkan Habil  dengan hasil usaha peternakan diinisialkan sebagai profil diterima amal usaha qorban yang telah memenuhi persyaratan  dilaksanakan atas dasar taqwa. Dari akibat tidak siap untuk menerima kekalahan dan disulut oleh api kedengkian memandang diri  lebih dan memandang remeh lainnya sehingga berujung kepada pembunuhan pertama dalam sejarah manusia yang telah berbudaya. dan berakhir penyesalan. (qs. Al-Maidah, 5:27-31).

           Kisah Kurban yang kedua, ditampilkan Nabi Ibrahim, AS, dengan ujud kurbannya adalah seekor domba besar (kibasy) sebagai pengganti Isma’il (putra kesayangannya)   yang nyaris disembelih  demi memenuhi mimpinya yang bernilai Wahyu ( QS. Ash-Shaffat, 101-113), terdapat beberapa hal yang luar biasa, antara lain:

  • Ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah, meskipun berat bila diukur oleh hawa nafsu, justru anak pertama yang amat disayangi dan disenangi harus dikorbankan tanpa ragu ragu. Terlebih caranya harus dengan tangannya sendiri, sehingga wajar bila  hal itu adalah merupakan ujian yang berat ( بلاء عظيم) dalam ayat 106;
  • Sikap Nabi Isma’il yang tunduk dan patuh kepada Allah dan orang tuanya, putranya yang saleh diasuh dan dididik sejak kecil  oleh ayah bundanya. Anehnya juga nurut saja, siap menyerahkan batang lehernya untuk dipotong ayahnya sendiri karena yakin bahwa apa yang harus dijalani bukan untuk siapa-siapa melainkan atas perintah “Allahu rabbannaas” malikin naas, ilaahin naas, sehingga tidak perlu ditawar-tawar lagi  sudah mesti berakibat baik bagi diri dan keluarga. Inilah sebagai gambaran keberhasilan penanaman akidah keimanan yang tumbuh berkembang sejak dini dan terhindar dari hama dan penyakit  tanaman iman, sehingga mencintai Allah dari pada segala-galanya (QS 2: 168).  Sedangkan anak sebagai dunia kesayangannya (QS 3: 14) meskipun tadinya dirindukan  kehadirannya, namun tidak melunturkan kecintaan kepada Allah bila dibutuhkan. Maka jika dalam keluarga, orang tua telah mengkondisikan dengan didikan kader Mukmin sudah barang tentu, ia siap  untuk mengorbankan diri tanpa takut kematian yang akan mengancam diri namun dihadapi dengan tabah dan sabar sehingga terhindar dari (حب الدنيا وكرهية الموت)  yang dikhawatirkan Rasulullah sebagai penyakit umat yang menimpa generasi di kemudian hari.
  • Penggantian Ismail dengan seekor domba gibas, tanpa diduga sebelumnya menurut nalar waras. Terjadi tanpa tenggang waktu sama sekali, terjadi seketika disulap menjadi seekor domba yang tergorok lehernya. Kebesaran peristiwa tersebut bukan hanya penggantiannya tersebut namun juga ditegaskan bahwa Nabi Ibrahim AS. telah menjalankan kepatuhan yang sesungguhnya sempurna kepada Tuhannya dan diperingati hangga sekarang. Demikian juga telah dihapusnya tradisi pengorbanan manusia yang meraja lela dikalangan bangsa-bangsa kuno;

           Kisah Korban ketiga, korban Nabi Muhammad SAW,

  1. dua kambing yang satu ekor untuk diri dan keluarga, satu ekor lainnya untuk ummatnya yang tidak korban;
  2. 100 ekor binatang sembelihan (budnah) yang dibagi dua yang dilakukan beliu Rasulullah sendiri 63 ekor dan selebihnya diestafetkan kepada generasi muda (Shahabat  Ali bin Abi Thalib) masih 17 ekor yang sama banyaknya bilangan sembelihan dengan umur nabi dan reka’at dalam shalat wajib.

         Keluarbiasaan keluarga Nabi Ibrahim AS  telah teruji dari segi pengurbanan yang besar sehingga ditetapkan sebagai syari’at  untuk keluarga-keluarga umat manusia dengan “ibadah Haji” ke baitullah, Makkah Mukarramah kota tua di sepanjang sejarah Islam untuk kesejahateraan manusia seluruh alam dan rahmatan lil alamin dan telah disucikan dari perubahan-perubahan atas dasar kebodohan dimasa Jahiliyah dan dari perbuatan kemusyrikan oleh Nabi Agung Muhammad SAW. yang telah terealisasikan dalam kehidupan sehari-hari yang insya Allah akan berlanjut memenuhi belahan bumi timur dan belahan bagian barat sebagai umat wasathan agar suapaya menjadi saksi  (شهداء) bagai umat manusia di segala zaman sampai di akherat kelak. Dan untuk merealisasikan ajaran pengurbanan tersebut Rasulululah SAW  dalam Shirah Nabawiyah secara singkat khuthbah haji wada’ khususnya di bagian akhir beliu berpesan pada pokoknya  “kesesatan akan terhindar dan petunjuk agama akan tercapai  bila berpegang teguh kepada kitabullah (al-Qur’an)  dan tuntunan Rasulullah SAW  (agama Islam)”. 

         Petunjuk hak-hak yang memimpin  adalah didengar dan ditaati  serta  difahami dari yang dipimpin akan melatih seseorang untuk setia dan loyal terhadap yang memimpin sedangkan Kesetiaan dan loyalitas terhadap pimpinan adalah selagi yang memimpin atau  yang memerinah itu dalam rangka melaksanakan Kitabullah Ta’ala dan mengikuti tuntutnan Rasulullah SAW, meskipun  dari kalangan bawahan, hina dalam pandangan orang. Diimbangi dengan kewajiban bagi pimpinan agar berlaku baik, bersahabat terhadap  para pembantu-pembantu baik dalam memberi makanan, pakaian dari jenis pakaian yang sama, jika melakukan kesalahan yang tidak biasa dimaafkan tidak menyiksa mereka dan membuat perjanjian/ kontrak kerja kembali atau melepaskan (PHK)

           Hubungan hak dan kewajiban tersebut dilakukan dengan dasar Persaudaraan sesama Muslim dalam perlindungan dan kerelaan/ keikhlashan hubungan serta menghindarkan  diri  dari  segala macam bentuk penganiayaan  saling berslisih dan bertengkar tapi sebaliknya mengembangkan prinsip penyampaian kebenaran atau dakwah Rasulullah SAW (tabligh)  karena barangkali yang tidak hadir langsung menerima khabar lebih dapat memehamai dari pada yang menerim langsung.

           Demikianlah ajaran tentang pengurbanan sepanjang yang dituntunkan Nabi Ibrahim AS  beserta Nabi Isma’il AS dan disucikan dari kemusyrikan-kemusyrikan  Jahiliyah dan dikembangkan Nabi besar Muhammad SAW, dalam memimpin dan memberikan pelayanan, mudah-mudahan dapat menjiwai disegala segi kehidupan kita baik dalam mempertahankan maupun mengisi kemerdekaan untuk kemajuan agama, bangsa dan negara yang kita cintai dan banggakan  untuk mendapat  ridla Allah SWT.

Aplikasi - Aplikasi Pendukung Aplikasi Pendukung di Lingkungan Peradilan Agama

    

    


Hubungi Kami

Home Pengadilan Agama Purwodadi

location icon 1 Jalan MH. Thamrin No. 9 Purwodadi 58111

location icon Grobogan - Jawa Tengah

phone icon Telp: 0292-421073, 423218

Fax icon Fax: 0292-423203

Communication email blue icon Email : pa_purwodadi@yahoo.co.id

Peta Lokasi